Siantar, GrivMedia — Malam di Pematangsiantar seolah sudah lebih dulu terbangun dari tidur sebelum sirene patroli berbunyi. Ketika tim gabungan bergerak menyisir sejumlah tempat hiburan malam pada Minggu dini hari (12/10), lampu-lampu yang biasanya berpendar riuh justru tampak terlalu tenang, seakan sudah bersiap menyambut tamu berpakaian dinas.
Razia gabungan Sat Narkoba Polres Pematangsiantar, bersama unsur Denpom I/I, BNNK, dan aparat gabungan lainnya itu sedianya menjadi bagian dari operasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika). Namun hasilnya justru menimbulkan tanya.
Dari pemeriksaan di sejumlah tempat seperti Koin Bar, Anda Karaoke, Evo Star, Bintang Bar, dan NES Bar, petugas hanya menemukan 19 pengunjung, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba usai tes urine. Tak sebutir pun barang bukti ditemukan.
Di tengah publik yang mafhum bahwa denyut hiburan malam Siantar tak selalu steril, hasil “terlalu bersih” itu menimbulkan dugaan kebocoran informasi razia.
Ketua Barisan Rakyat Hancurkan Tindakan Ilegal (Bara Hati), Zulfikar Efendi, menyebut, razia kali ini terasa seperti formalitas.
“Kalau informasinya bocor, apa yang mau dicari? Semua tempat tentu sudah bersih-bersih sebelum tim datang. Kita minta evaluasi menyeluruh agar razia tak jadi sandiwara tahunan,” ujarnya tegas.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar, AKP Irwanta Sembiring, S.H., M.H., saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan kebocoran informasi tersebut.
“Kami lidik dan cek kebenarannya,” ujarnya Selasa (21/10).
Sejumlah pengamat lokal menilai, operasi yang kehilangan unsur kejutan bisa menjadi sinyal lemahnya koordinasi internal. Razia seharusnya seperti petir, datang tanpa tanda, mengguncang yang lalai.
Kini, publik menanti langkah lanjut Polres Pematangsiantar dan BNNK untuk memastikan integritas operasi serupa di masa mendatang.
Laporan: Tim GrivMedia












