Doloksanggul, GrivMedia — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), menerima kunjungan tim St. Marianna University School of Medicine Jepang bersama RSUP H. Adam Malik Medan, Rabu, (27/08). Kunjungan ini merupakan bagian dari program kolaborasi penguatan penatalaksanaan gangguan pernapasan pada anak untuk menekan angka kematian balita akibat penyakit pernapasan di Indonesia.
Humbahas menjadi wilayah terpilih karena memenuhi sejumlah kriteria utama, mulai dari tingginya angka kasus gangguan pernapasan pada anak, ketersediaan dokter spesialis anak, hingga fasilitas perawatan intensif seperti PICU (Pediatric Intensive Care Unit). Kehadiran tim disambut jajaran Pemerintah Kabupaten Humbahas, termasuk Asisten Administrasi Umum Tua Marsatti Marbun, Plt Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Alexander Ganda Parulian Gultom, Direktur RSUD Doloksanggul dr. Tiar Lusiana Sihombing, serta dr. Ratna Sp.A dan seluruh civitas rumah sakit.
Tim ahli dari St. Marianna University yang hadir antara lain Atushi Kawajuchi, Yuriko Yamasitha, Asuka Sato, Kohei Osada, dan Fasas Morisuchi. Turut mendampingi tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, termasuk Dr. dr. Ririe Fachrina Malisie, Sp.A(K).
Dalam sesi ilmiah, tim Jepang menyampaikan paparan berjudul “Pendekatan Awal Gangguan Pernapasan pada Anak serta Penggunaan Alat Bantu Napas Non-Invasif”. Diskusi dilanjutkan dengan visitasi ruangan NICU dan PICU RSUD Doloksanggul untuk melihat langsung kesiapan fasilitas dan layanan penunjang.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah penting memperkuat layanan kesehatan anak di Humbahas, sekaligus membuka peluang kolaborasi jangka panjang antara lembaga medis Jepang dan Indonesia.
Laporan: Tim GrivMedia












