Advertisement

Haul Agung Aryo Menak Senoyo, Keraton Parupuh Madura Rawat Sejarah, Adat, dan Spirit Keislaman

Haul Agung Aryo Menak Senoyo, Keraton Parupuh Madura Rawat Sejarah, Adat, dan Spirit Keislaman

Pamekasan, GrivMedia — Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura menggelar Haul Agung Raja Aryo Menak Senoyo sekaligus peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Selasa (13/1). Kegiatan berlangsung khidmat dan maraton sejak pagi hingga malam, menjadi ikhtiar merawat ingatan sejarah, adat, serta nilai-nilai keislaman di Madura. Acara Ini Merupakan Bagian dari Rangkaian Kegiatan Upacara Adat Song Osong Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura.

Rangkaian acara dipusatkan di Langgar Keraton Ghejem, Desa Proppo, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Sehari sebelumnya, Senin (12/1), prosesi diawali dengan ziarah kubur sebagai penghormatan kepada para leluhur raja dalam silsilah Keraton Parupuh.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai wilayah Madura berdatangan mengikuti agenda halal bihalal, dilanjutkan kirab ketopak leppet kalaban tumpeng sebagai simbol syukur dan tradisi adat. Rangkaian siang hingga sore diisi khotmil Al-Qur’an, sebelum malam harinya dilanjutkan tahlil dan pengajian umum dalam rangka Isra Mi’raj sekaligus Haul Agung Bujuk Ratoh Ghejem atau Aryo Menak Senoyo.

Pengajian menghadirkan sejumlah tokoh agama dan adat. Pada kesempatan tersebut, Keraton Parupuh juga Memberikan Anugerah penghargaan kepada KH Musleh Adnan, KH Ali Fahmi Rosyad, dan Ustaz Jamaluddin. Acara turut dihadiri unsur tokoh masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, Polsek, dan Danramil Proppo.

Rangkaian ini menegaskan dimensi sosial haul sebagai wujud syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya melestarikan sejarah Keraton Parupuh. Dalam pengajian, juga disinggung peran Aryo Menak Senoyo sebagai figur penting dalam lintasan sejarah Madura dan penyebaran nilai-nilai Islam.

K.R. Miftahusurur Fatah, berharap Haul Agung ini menjadi Sarana Silaturahmi dan menjadi wadah pemersatu seluruh keturunan serta masyarakat Madura di mana pun berada. Keraton Parupuh, menurutnya, terbuka bagi para tokoh-tokoh Madura untuk bersama-sama menjaga dan Melestarikan warisan sejarah, Seni Tradisi dan adat leluhur agar senantiasa tidak hilang di telan waktu dan perubahan zaman.

Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi