Siantar, GrivMedia — Nada tegas menggema di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pematangsiantar, Selasa (24/2). Kepala dinas yang baru menjabat, Arri S Sembiring, berdiri di hadapan para petugas pemungut sampah, kernet, dan sopir truk. Ia tidak sedang memberi sambutan seremonial. Ia sedang menggugat budaya kerja.
Dilantik pada 19 November 2025, Arri mengaku menerima banyak keluhan masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, hingga awak media terkait kinerja pelayanan kebersihan. Ia pun memulai langkah pembenahan dari hulu, dari armada, sistem kerja, hingga disiplin personel.
“Saya tidak pernah meminta uang dari kalian. Saya justru ingin memperjuangkan kenaikan gaji, tapi itu harus dibarengi dengan kinerja yang baik,” ujar Arri di hadapan para petugas.
Ia juga menyoroti laporan adanya oknum petugas yang meminta uang dari sejumlah rumah ibadah. Arri menegaskan, praktik semacam itu dapat merusak nama baik institusi dan mencederai kepercayaan publik. Menurutnya, seluruh penerimaan resmi telah diatur dalam Peraturan Daerah tentang pajak dan retribusi daerah.
Selain itu, Arri menyinggung kebiasaan sebagian petugas yang mencari penghasilan tambahan dengan mengumpulkan barang bekas saat jam kerja. Ia mengingatkan, tanggung jawab utama sebagai petugas kebersihan harus tetap menjadi prioritas.
“Gaji kalian meningkat, tetapi budaya kerja tidak berubah. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” katanya.
Sebagai bagian dari pembenahan, Arri menjanjikan hak cuti tahunan selama 12 hari dan pemberian uang lembur bagi petugas yang bekerja di luar jam operasional. Kebijakan ini, menurutnya, merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras petugas kebersihan yang menjadi garda terdepan menjaga wajah kota.
Namun, ia juga menegaskan tidak akan mentoleransi praktik pungutan liar. Arri menyatakan siap memutasi aparatur sipil negara yang terbukti terlibat pelanggaran, sekaligus membuka ruang pelaporan secara transparan.
Di tengah dinamika itu, pertemuan tersebut menjadi penanda awal perubahan. Di balik truk-truk sampah yang setiap hari menyisir jalanan kota, ada upaya membangun kembali disiplin, martabat kerja, dan kepercayaan publik, satu langkah bersih menuju pelayanan yang lebih bermakna.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












