Advertisement

Lapas Medan Hadirkan Layanan Adminduk untuk 604 WBP, Dorong Pemenuhan Hak Sipil

Lapas Medan Hadirkan Layanan Adminduk untuk 604 WBP, Dorong Pemenuhan Hak Sipi

Medan, GrivMedia — Komitmen menghadirkan pemasyarakatan yang berorientasi pada pelayanan publik kembali ditunjukkan Lapas Kelas I Medan. Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, lembaga ini menghadirkan layanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi ratusan warga binaan, Senin (27/4).

Bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan, layanan ini mencakup verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), perekaman biometrik, serta pemadanan data kependudukan. Sebanyak 604 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti kegiatan tersebut.

Dari jumlah itu, 561 WBP tercatat telah memiliki NIK dan pernah melakukan perekaman e-KTP. Namun, 43 lainnya belum memiliki identitas kependudukan atau belum pernah melakukan perekaman. Hasil verifikasi menunjukkan 507 WBP memiliki data yang sesuai, sementara 54 lainnya perlu pemadanan ulang akibat ketidaksesuaian data.

Proses lanjutan dilakukan terhadap 79 WBP melalui perekaman dan pemadanan ulang—terdiri dari 54 orang dengan data tidak sinkron dan 25 orang yang belum pernah merekam e-KTP. Sementara itu, 16 WBP masih dalam tahap penelusuran karena data belum ditemukan dalam sistem kependudukan.

Kepala Lapas Kelas I Medan menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan implementasi konkret tema nasional: “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima.” Layanan adminduk dinilai krusial dalam memastikan warga binaan tetap memiliki hak sipil sebagai warga negara, termasuk akses layanan publik saat kembali ke masyarakat.

Langkah ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi. Pemenuhan identitas hukum menjadi fondasi dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial, agar warga binaan tidak kembali terpinggirkan setelah menjalani masa pidana.

Ke depan, kegiatan serupa akan terus dievaluasi dan dimonitor guna meningkatkan kualitas layanan. Lapas Kelas I Medan menyatakan komitmennya untuk menghadirkan sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, serta berintegritas—tak hanya di balik tembok, tetapi juga dalam menjembatani masa depan warga binaan.

Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *