Labuhanbatu, GrivMedia — Ketenangan warga Dusun Suka Makmur, Kampung Jawa, terusik. Sejumlah warga mengeluhkan dugaan aktivitas peredaran narkotika jenis sabu yang disebut berlangsung di area kebun sawit milik warga. Nama seorang pria berinisial Tum kerap disebut dalam percakapan warga sebagai pihak yang diduga berperan.
Keluhan itu mencuat pada Rabu (29/4). Warga menyebut adanya aktivitas keluar-masuk orang tak dikenal ke lokasi kebun, terutama pada jam-jam tertentu. Pola pergerakan yang berpindah-pindah dinilai menyulitkan pemantauan di lapangan.
“Kami sudah sangat resah. Hampir setiap hari ada orang asing datang. Dampaknya bukan hanya soal moral, tapi juga keamanan lingkungan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Selain dugaan transaksi, lokasi tersebut juga disebut kerap menjadi tempat berkumpulnya sejumlah orang yang diduga pengguna. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan, termasuk meningkatnya risiko tindak kriminalitas seperti pencurian hasil kebun sawit warga.
Sebagian warga juga menyampaikan dugaan adanya pola permainan “sembunyi” untuk menghindari penindakan. Bahkan, muncul kecurigaan di tengah masyarakat terkait kemungkinan kebocoran informasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Labuhanbatu belum memberikan keterangan terkait dugaan aktivitas tersebut maupun nama yang disebut warga.
Warga berharap aparat penegak hukum, khususnya Satres Narkoba, segera melakukan penyelidikan mendalam. Mereka meminta patroli rutin, penindakan tegas terhadap pelaku, serta jaminan keamanan bagi masyarakat yang berani melapor.
“Kami hanya ingin lingkungan ini kembali aman. Jangan sampai Kampung Jawa dicap sebagai zona merah narkoba,” ujar warga lainnya.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa peredaran narkotika di tingkat lokal tak hanya persoalan hukum, tetapi juga menyentuh langsung rasa aman masyarakat. Di tengah keresahan yang menguat, publik menunggu langkah nyata aparat untuk memastikan hukum berjalan dan kepercayaan warga tetap terjaga.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi













Leave a Reply