Pekanbaru, GrivMedia — Di balik tembok pembinaan Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, suara rebana dan lantunan salawat menggema saban pekan. Sabtu (2/5), para santri kembali menggelar latihan hadrah di masjid lapas, sebuah ruang sunyi yang kini dihidupkan dengan ritme religi dan harapan baru.
Kegiatan ini bukan sekadar seni. Ia menjadi medium pembinaan karakter. Para santri tampak larut dalam irama, memukul rebana dengan kompak, melafalkan pujian dengan khusyuk. Di tengah keterbatasan, hadrah menjelma sebagai jalan pulang, membentuk mental, menata emosi, dan menumbuhkan akhlak.
Pihak lapas menegaskan, program ini merupakan bagian dari transformasi pemasyarakatan: dari sekadar tempat menjalani hukuman menjadi ruang belajar memperbaiki diri. “Kami ingin warga binaan kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan nilai moral,” demikian komitmen yang terus digaungkan.
Di Pekanbaru, upaya kecil ini menjadi potret bahwa pembinaan tak selalu bersuara keras. Kadang, ia hadir dalam ketukan rebana, pelan, tapi membekas.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi













Leave a Reply