Padangsidimpuan, GrivMedia — Sorak penonton pecah di lapangan sederhana itu. Bukan sekadar pertandingan, melainkan pertemuan antara empati dan olahraga. Lembaga Pemasyarakatan Padangsidimpuan menggelar laga amal untuk membantu korban bencana di Tapanuli Tengah, mempertemukan tim Sumut Legend melawan Lapas Cup Selection U-40.
Sejak peluit awal, permainan berlangsung terbuka. Tim Sumut Legend yang diperkuat para mantan pemain PSMS Medan seperti M. Halim, Wijay, Ardi Mulyono, Edu Juanda, Herman Batak, hingga Herberg Dos Santos tampil dominan. Pengalaman mereka menjadi pembeda, mengalirkan permainan yang rapi dan efektif.
Empat gol berhasil dikemas Sumut Legend, sementara tim tuan rumah hanya mampu membalas satu. Skor 4-1 menutup pertandingan, namun hasil bukanlah inti dari peristiwa ini.
Kepala Lapas Padangsidimpuan, Mathrios Zulhidayat Hutasoit, menegaskan kegiatan ini adalah wujud kepedulian sosial. “Kami ingin olahraga menjadi jembatan solidaritas, sekaligus mengajak masyarakat membantu saudara kita di Tapanuli Tengah,” ujarnya.
Meski kalah, tim Lapas Cup Selection U-40 menunjukkan daya juang tinggi. Pertandingan berjalan dalam semangat sportivitas, memperlihatkan bahwa lapangan hijau bisa menjadi ruang persatuan, bahkan dari balik tembok pemasyarakatan.
Laga amal ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Di tengah situasi sulit akibat bencana, sepak bola menjelma bahasa universal, menghubungkan empati, kebersamaan, dan harapan.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












