Advertisement

Diduga Mobil ‘Mafia BBM’ Bebas Isi Pertalite di Cipeuyeum, Bayang Hitam di Tengah Subuh Cianjur

Cianjur, GrivMedia — Dalam sunyi, saat langit Haurwangi masih berembun dan SPBU Cipeuyeum tampak lengang, sebuah bayang hitam diduga datang dan pergi sesuka hati. Mobil Suzuki Carry hitam, losbak, dengan perut besi yang tak lazim, terekam bebas meneguk Pertalite di SPBU Pertamina 34.432.17, Jalan Raya Cipeuyeum No.212, Sabtu (18/10) sekitar pukul 03.44 WIB.

Mobil itu diduga bukan kendaraan biasa. Di balik tampangnya yang lusuh, tersimpan modifikasi tangki berkapasitas 150 liter, menyerupai “grandong” penghisap BBM bersubsidi yang kerap jadi momok di jalur distribusi energi rakyat kecil. Ia keluar masuk area pengisian seolah tanpa penghalang, tanpa pandangan curiga.

“Iya, tangkinya sudah dimodif, kapasitasnya 150 liter. Saya juga sudah koordinasi dengan pihak Polsek dan Polres,” ujar Rendi, sopirnya, dengan nada pasrah.
“Kami cuma pedagang kecil, salah kami apa, Pak?” katanya lagi, seakan menuntut ampun di tengah terang lampu dispenser BBM.

Namun, pengisian BBM bersubsidi dengan tangki modifikasi diduga melanggar aturan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat dijerat pidana hingga enam tahun penjara dan denda mencapai Rp60 miliar.

Pertalite adalah darah hijau rakyat kecil, tapi malam itu, darah itu diduga mengalir ke wadah yang tak seharusnya.

Saat tim mencoba mengonfirmasi ke pihak SPBU, Dian, operator pengisian yang malam itu bertugas, hanya menunduk. “Saya ketiduran, Pak. Jadi tidak memperhatikan plat mobil,” katanya lirih. Pengawas, menurutnya, sudah pulang sejak malam.

Pengawasan yang longgar di SPBU diduga menjadi celah bagi para penimbun untuk menghisap jatah subsidi tanpa malu. Sementara di sisi lain, warga yang benar-benar membutuhkan kerap mendapati nozzle kering: ketika matahari baru saja naik.

Pihak Pertamina dan aparat penegak hukum diharapkan segera menelusuri dugaan praktik penyalahgunaan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pengelola SPBU terkait dugaan keterlibatan oknum tertentu.

Laporan: Brata| Editor: Tim GrivMedia