Pematang Raya, GM – Sebagai wujud nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar para warga binaan, Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar baru-baru ini menerima pengiriman barang dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
Hal ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kondisi kehidupan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Dengan langkah ini, setiap elemen yang terlibat berperan penting dalam mendukung rehabilitasi warga binaan, yang merupakan bagian dari visi Lapas untuk menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi dan kondusif bagi proses pembinaan.
Sesuai arahan Kepala Lapas (Ka. Lapas) Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar, melalui Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), dan Kasubsi Keamanan, dilaksanakan pembagian matras kepada warga binaan, pada Senin, (18/11/24).
Pembagian ini lebih dari sekadar proses distribusi barang; hal ini mencerminkan komitmen yang kuat dari Lapas untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan mendukung bagi warga binaan, dengan memperhatikan kenyamanan warga binaan dalam menjalani hari-hari di dalam lembaga pemasyarakatan.
Dengan adanya matras yang nyaman dan layak, diharapkan warga binaan merasa lebih dihargai sebagai bagian dari masyarakat, yang memotivasi mereka untuk berperilaku lebih baik dan berkontribusi pada lingkungan positif di dalam Lapas.
Selain itu, matras baru ini diharapkan dapat mendorong narapidana untuk lebih aktif menjaga kebersihan kamar hunian WBP. Dalam konteks ini, kebersihan bukan hanya soal fisik, tetapi juga menciptakan suasana mental yang sehat, menjadikan lingkungan yang bersih dan sehat sebagai prioritas utama.
“Dengan kedatangan matras baru ini, kami berharap setiap narapidana semakin menyadari tanggung jawab kebersihan tempat tinggal mereka,” imbuh Ka. KPLP, Ucok P. Sinabang.
Di samping itu, Kasubsi Bimkemaswat menekankan pentingnya perawatan matras.
“Matras ini harus dijaga dan dirawat karena ini pemberian dari negara, dan merupakan simbol harapan baru bagi kehidupan yang lebih baik di masa depan,” kata Kasubsi Bimkemaswat, Andri Sembiring.
Dengan langkah ini, Lapas Narkotika Siantar berupaya, bukan hanya memberikan fisik yang lebih baik, tetapi juga membangun mental dan karakter positif kepada para warga binaan.
Lapas Narkotika Siantar menyadari bahwa bukan hanya tujuan untuk kembali ke masyarakat yang lebih baik, tetapi juga tentang mempersiapkan warga binaan menjadi individu yang mampu melakukan reformasi sosial, yang memiliki kesadaran dan rasa empati.












