Langkat, GM – Lapas Pemuda Kelas III Langkat menggelar upacara rutin Hari Kesadaran Berbangsa dan Bernegara sebagai bentuk peningkatan integritas serta penerapan program-program yang dicanangkan oleh pemerintah. upacara tersebut berlangsung pada Senin, (10/02/25), di Lapangan Upacara Gedung II Lapas Pemuda Langkat.
Hal ini merupakan langkah konkret Lapas Pemuda Langkat dalam mendukung ASTA CITA Presiden untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta sejalan dengan 13 Program Akselerasi Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Upacara yang dimaksud berfokus pada penguatan SDM dengan menanamkan rasa persatuan dan kesatuan, sekaligus melatih jiwa kepemimpinan serta meningkatkan profesionalisme.
Kali ini, Kasubsi Keamanan dan Ketertiban, Hotler Krisman Pasaribu, bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Nisaferdo.
Kegiatan diawali dengan prosesi pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. semangat dari petugas dan warga binaan yang turut bernyanyi, menciptakan suasana penuh nasionalisme. selanjutnya, teks Pancasila dibacakan untuk mengingatkan kembali pentingnya memegang teguh dasar negara.
Dalam sambutannya, Inspektur Upacara menekankan esensi kesadaran berbangsa dan bernegara, disertai pesan untuk menjaga profesionalisme dan integritas dalam bekerja.
Beliau mengimbau para petugas untuk selalu menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) berdasarkan 21 Program Dirjen Pemasyarakatan. selain itu, ada peringatan keras terkait praktik judi online yang semakin marak, yang hanya membawa dampak buruk bagi pelakunya.
Di akhir sambutannya, Ia mengutip pesan motivasi dari Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, “Manusia yang sukses adalah mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan.” Beliau juga merangkum arahan dari Kepala Lapas, yang menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan dalam bekerja, dengan mengingatkan seluruh petugas untuk “Menghindari miskomunikasi dengan atasan sekecil apa pun.”












