Tangerang, GM – Majlis Preman Indonesia (MPI) bekerja sama dengan media Nasional.id menyelenggarakan pelatihan Jurnalistik di Gedung Budaya dan Kesenian Kota Tangerang. pada Minggu, (22/09/24).
Hadir sebagai narasumber, Ketua Dewan Kehormatan PWI Banten Mohammad Hopip M.I.Kom, diikuti oleh 100 peserta. yang terdiri dari kalangan masyarakat umum, mahasiswa dan para Jurnalis.
Kegiatan ini digelar dengan mengangkat tema “Membangun Semangat Literasi Melalui Jurnalistik”.
Dalam sambutannya, Hidayat Shaleh atau yang dikenal dengan Gus Dayat selaku pendiri Majlis Preman Indonesia mengatakan bahwa pelatihan ini diadakan agar anggota Majlis Preman Indonesia dapat belajar bersama terkait jurnalistik.
“Harapan kami kegiatan ini dapat menambah wawasan terkait jurnalistik, dan semoga acara ini bermanfaat bagi masyarakat dan kegiatan ini InsyaAllah akan berlanjut setiap tahunnya”, harapnya.
Selanjutnya, Dewan Kehormatan PWI Provinsi Banten dalam pemaparannya menjelaskan bahwa dalam penulisan berita harus sesuai fakta di lapangan dan tidak boleh mengarang.
“Dalam menjalankan tugasnya, wartawan harus menulis sesuai fakta di lapangan, jangan mengarang. harus mengacu kepada Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, turut hadir Kabid Kebudayaan Sumangku S.IP. Ia sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan jurnalistik yang di adakan oleh Majlis Preman Indonesia.
Ia juga berharap agar kegiatan seperti itu dapat terus dilakukan kepada generasi muda, agar mempunyai wawasan yang luas. khususnya penyampaian informasi, berkaitan dengan agama dan kebudayaan, karena budaya merupakan jati diri yang harus di lestarikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, Shellli selaku Pemimpin Redaksi NasionalNews.id juga memaparkan tentang Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik yang harus di terapkan oleh para Jurnalis saat menjalani tugasnya dalam mencari dan membuat berita.
Pemateri lainnya, Nur Fadilah Zikri menyampaikan materi tentang digital media, agar para peserta pelatihan dapat membuat berita sendiri secara digital melalui video streaming.
Pakde Hartanto, salah satu peserta yang hadir berharap, agar kedepannya MPI dapat pula mengadakan kegiatan lain, seperti pelatihan UMKM dan enterpreneur.
(Desran)













