Maluku Tenggara, GrivMedia — Kematian Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, menyisakan jejak tanya. Polisi mengungkap adanya indikasi persoalan lama di balik penikaman yang terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, namun motif pastinya masih dalam pendalaman.
Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, menyatakan dua tersangka berinisial HR (28) dan FU (36) memiliki hubungan keluarga dengan Fenansius Wadanubun alias Dani Holat, yang meninggal dunia pada 2020 di kawasan Bekasi.
“Kami melihat ada keterkaitan relasi personal di masa lalu. Namun, motifnya masih didalami,” ujar Rositah, Senin (20/4).
Peristiwa penikaman terjadi pada Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 WIT, tak lama setelah Nus Kei tiba dari Jakarta. Di tengah suasana penjemputan keluarga, seorang pria mendekat dan melancarkan serangan dengan senjata tajam.
Korban sempat melakukan perlawanan. Kerabat di lokasi juga mencoba menghentikan pelaku, namun situasi berlangsung cepat. Nus Kei mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Polisi bergerak cepat. Dalam waktu sekitar dua jam, dua terduga pelaku berhasil diamankan dan kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Polres Maluku Tenggara.
Hingga kini, aparat belum memastikan apakah peristiwa ini berkaitan langsung dengan rangkaian konflik yang pernah terjadi sebelumnya. Penyidik masih menelusuri kemungkinan motif lain, termasuk hubungan personal dan dinamika lama yang melibatkan para pihak.
Di tengah duka, aparat mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak berspekulasi. Hukum, pada akhirnya, diharapkan menjadi penjernih, bukan sekadar penutup luka yang belum pulih.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi













Leave a Reply