Tangerang, GM – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Geram Banten Indonesia meminta Dinas Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk meninjau ulang proyek pengaspalan jalan hotmix di Kampung Guha RT 04/02, Desa Lembang Sari, Kecamatan Rajeg.
Proyek jalan tersebut dikerjakan oleh CV Reva melalui program Kecamatan Rajeg dengan nilai kontrak Rp119,55 juta pada tahun anggaran 2025. Namun, pengerjaannya menuai sorotan lantaran diduga tidak sesuai spesifikasi.
Barnas, anggota LSM Geram Banten Indonesia, mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya menemukan indikasi pengurangan ketebalan lapisan aspal. “Hasil pengukuran kami di lapangan menunjukkan ketebalan hanya sekitar 1 hingga 2 sentimeter,” kata dia, Rabu, (4/6/25).
Selain itu, kata Barnas, masih ada sisa paving lama yang tidak dibongkar saat pelaksanaan. Ia juga menyoroti mutu aspal yang dinilai rendah sehingga mudah retak dan pecah.
Barnas menambahkan, lemahnya pengawasan dari pihak Kecamatan Rajeg dikhawatirkan bisa menimbulkan kerugian negara. “Kami mendesak Inspektorat segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh,” ujarnya.
Pihak CV Reva maupun Kecamatan Rajeg belum memberikan tanggapan saat dihubungi untuk dimintai konfirmasi. (Brata)












