Advertisement

Jagoan Kertas, Badut Dunia Maya

GrivMedia – Media sosial kerap menjadi panggung instan bagi mereka yang ingin tampak gagah. Dari balik layar, seseorang bisa berlagak jagoan, mengumbar ancaman, bahkan mengaku dekat dengan tokoh. Namun ketika realitas ditelusuri, klaim itu runtuh seperti kerupuk tersiram air, rapuh dan memalukan.

Fenomena ini oleh psikolog disebut sebagai kompensasi inferioritas: kelemahan diri ditutup dengan citra berlebihan. Di jagat maya, sorot lampu seakan milik sendiri. Di dunia nyata, yang tersisa hanyalah rumah kosong dan bayangan yang sudah lama pergi.

Ironisnya, orang-orang seperti ini kerap hanya meminta maaf jika sudah dilaporkan ke pihak berwajib. Beberapa masih menunggu itikad baik dan perubahan perangai, tetapi ketika ulah itu makin merajalela, bukan mustahil proses hukumlah yang akhirnya berbicara.

Media sosial memang bebas, tapi kebebasan tanpa tanggung jawab hanya menjadikan seseorang badut digital, banyak bicara, sedikit makna. Pada akhirnya, yang dihargai bukan gertakan di status, melainkan sikap nyata: berani bersalah, berani meminta maaf, dan berani berubah.

Tim GrivMedia