Medan, GrivMedia — Tekad membersihkan lingkungan pemasyarakatan dari praktik terlarang kembali ditegaskan. Rutan Kelas I Labuhan Deli menggelar Ikrar Komitmen Bersama Bebas Narkoba dan Handphone, Senin (20/4), di lapangan apel rutan.
Seluruh jajaran pegawai hingga warga binaan mengikuti kegiatan tersebut dengan khidmat. Ikrar ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Zero HALINAR yang digulirkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, sebagai upaya menutup celah peredaran handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba di dalam rutan.
Kepala Rutan, Eddy Junaedi, menegaskan bahwa komitmen tersebut tidak berhenti pada seremoni, melainkan harus hadir dalam tindakan nyata sehari-hari.
“Zero HALINAR adalah harga mati. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran, baik narkoba maupun penggunaan handphone ilegal di dalam rutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan serta sinergi antarpetugas untuk menjaga konsistensi komitmen tersebut. Lingkungan rutan, kata dia, harus menjadi ruang yang aman, tertib, dan berintegritas.
Deklarasi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa reformasi di tubuh pemasyarakatan tidak hanya bertumpu pada aturan, tetapi juga pada kesadaran kolektif seluruh elemen di dalamnya. Di balik jeruji, disiplin dan integritas menjadi fondasi utama pembinaan.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi













Leave a Reply