Advertisement

Langgar Kraton Parupuh: Jejak Sejarah Penyebaran Islam di Madura

Pamekasan, GM – Langgar Kraton Parupuh atau Langgar Gayam, sebuah situs bersejarah di Dusun Gayam Barat, Desa Proppo, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, menjadi saksi bisu penyebaran Islam di Madura. Tempat ini merupakan pusat syiar Islam pertama yang dilakukan oleh Raja Aryo Menak Senoyo pada abad ke-15.

Raja Aryo Menak Senoyo merupakan putra dari Arya Damar Sultan Palembang, dan cucu Raja Brawijaya V Majapahit. Kala itu ia diutus oleh ayahnya untuk mengantarkan Raden Fatah menghadap Raja Majapahit, yang selanjutnya diberi tempat di Demak Bintoro, sedangkan Aryo Menak Senoyo sendiri diberi tempat di Madura, dan ber Kraton di Parupuh, Proppo, Pamekasan, yang saat itu masih berada di bawah pengaruh Hindu dan Buddha.

Keberadaannya sebagai penguasa Madura menjadikan Langgar Kraton Parupuh sebagai pusat keagamaan yang penting dalam perkembangan Islam di daerah tersebut. Langgar Kraton Parupuh sendiri tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga masih mempertahankan tradisi keislaman yang diwariskan sejak zaman dahulu.

Langgar ini memiliki keunikan dengan beberapa sumur bersejarah yang masih digunakan hingga saat ini. Sumur-sumur tersebut memiliki fungsi berbeda, seperti Sumur Kraton untuk air wudhu dan minum, Sumur Keputren untuk mandi, dan Sumur Tempat Minum Kuda Kraton.

Selama bulan suci Ramadhan, Langgar Kraton Parupuh tetap menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan bagi masyarakat sekitar. Beberapa tradisi yang terus dilestarikan meliputi Shalat Tarawih Berjamaah, Tadarus Al-Qur’an, Khotmil Qur’an, dan Takbiran serta Shalat Idul Fitri.

Ketua Lembaga Pemangku Adat Yayasan Bujuk Gayam Aryo Menak Senoyo, K.R. Miftahussurur Fatah, SE, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran ibadah selama bulan Ramadhan. “Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, mendapatkan ampunan-Nya, Kembali Suci dan memperoleh syafaat dari Rasulullah SAW,” ujarnya. Senin, (31/3/25).

Langgar Kraton Parupuh tetap menjadi simbol penting bagi sejarah Islam di Madura dan diharapkan dapat terus menjadi pusat ibadah serta pelestarian budaya Islam di masa mendatang.