Medan, GrivMedia — Di balik tembok pembinaan, harapan tumbuh dari lahan hidroponik dan kolam ikan. Lapas Kelas I Medan memanen 300 kilogram kangkung dan melepas ribuan bibit ikan nila sebagai bagian dari program kemandirian warga binaan, Selasa (31/3).
Kegiatan yang berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) itu diikuti petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Panen kangkung menjadi hasil dari pertanian hidroponik yang dikembangkan secara berkelanjutan, sementara sektor perikanan diperkuat melalui pelepasan bibit nila guna meningkatkan produktivitas.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan bahwa program ini tidak semata mengejar hasil produksi, tetapi menanamkan keterampilan hidup. “Kami ingin warga binaan memiliki bekal nyata agar mampu mandiri setelah kembali ke masyarakat, sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan,” ujarnya.
Program pembinaan ini menggabungkan pendekatan edukasi dan praktik langsung. WBP dilibatkan sejak proses penanaman hingga panen, serta pengelolaan budidaya ikan, sehingga memahami siklus produksi secara utuh.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan lembaga pemasyarakatan dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berdampak. Dari balik jeruji, benih keterampilan ditanam—dengan harapan kelak tumbuh menjadi kemandirian di tengah masyarakat.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












