Tapanuli Tengah, GrivMedia — Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mengikuti groundbreaking penanganan bencana sektor pertanian yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kamis (15/1), di area persawahan petani terdampak bencana di Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Pemkab Humbang Hasundutan diwakili Sekretaris Daerah Christison Rudianto Marbun, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tukka Siahaan, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Sanita Hutabarat, serta jajaran terkait. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, perwakilan Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah dari wilayah terdampak bencana.
Groundbreaking ini menjadi penanda dimulainya upaya pemulihan pertanian pascabencana di wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan tujuan mempercepat kembalinya produktivitas lahan dan keberlanjutan sektor pangan. Prosesi peresmian ditandai pengoperasian alat berat dan pemanfaatan teknologi drone untuk penaburan benih, sebagai bagian dari modernisasi pertanian dalam pemulihan lahan terdampak.
Untuk Kabupaten Humbang Hasundutan, luas lahan sawah terdampak mencapai 893,4 hektare. Dari jumlah tersebut, 827,15 hektare mengalami kerusakan berat dan akan ditangani bertahap oleh Kementerian PUPR, sementara 66,23 hektare dengan kerusakan sedang ditangani Kementerian Pertanian.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yang memberikan arahan melalui sambungan virtual, menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam mendukung pemulihan sektor pertanian melalui perbaikan lahan, jaringan irigasi, serta sarana dan prasarana pertanian. Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












