Doloksanggul, GrivMedia — Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan, dan Perlindungan Anak (PMDP2A) Kabupaten Humbang Hasundutan terus memperkuat komitmennya membangun tata kelola pemerintahan yang inklusif dan responsif gender hingga tingkat desa.
Komitmen itu terlihat dalam kegiatan advokasi dan sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG) yang digelar di Aula Huta Mas Doloksanggul, Selasa (26/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis PMDP2A dalam memperkuat pemahaman lintas sektor mengenai pentingnya kesetaraan akses dan partisipasi dalam pembangunan daerah.
Hadir sebagai narasumber, Dra Marhamah Siregar dari Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan juga diikuti organisasi perangkat daerah, para camat, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, BPS, KPU, Bawaslu, hingga Wanita Katolik RI Cabang Humbang Hasundutan.
Sekretaris PMDP2A Humbahas, Rendi Antonius Nababan, menjelaskan bahwa pengarusutamaan gender menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara adil dan merata.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin membangun kesamaan pemahaman agar perspektif gender terintegrasi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan,” ujarnya.
Mewakili Bupati Humbahas, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Eliapzan Sihotang, menegaskan bahwa Pengarusutamaan Gender bukan sekadar agenda formalitas, melainkan strategi pembangunan yang harus diterapkan secara nyata.
Menurutnya, pembangunan yang inklusif hanya dapat tercapai apabila laki-laki dan perempuan memperoleh akses, kesempatan, serta manfaat yang setara dalam setiap program pemerintah.
PMDP2A Humbahas juga terus mendorong penguatan anggaran responsif gender serta memperkuat kelompok kerja PUG sebagai upaya mempercepat implementasi kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Melalui langkah tersebut, PMDP2A Humbahas menegaskan perannya tidak hanya sebagai perangkat daerah administratif, tetapi juga motor penggerak pembangunan sosial yang lebih adil, partisipatif, dan berkelanjutan.
Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi












