Tangerang, GM – Terkait maraknya proyek tak bertuan atau siluman di wilayah Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, akhir-akhir ini membuat Suharmi, Ketua LSM Harimau (Harapan Rakyat Indonesia Maju) DPW Provinsi banten, angkat bicara.
“Papan nama informasi proyek harus dipasang, terkait implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam pengawasan,” katanya.
Hal itu di sampaikan Suharmi di lokasi proyek turap perbaikan saluran air kali gendong yang sedang di gelar di Perumahan Binong, RW 13 kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, kepada awak media, Sabtu, (30/11/24) sore.
Lebih lanjut Suharmi mengatakan, bahwa masyarakat harus mengetahui sumber dan nilai proyek, karena proyek berjalan dari uang masyarakat, yaitu dari pajak yang dibayarkan.
Menurut Undang-undang keterbukaan informasi publik (KIP) nomor 14 tahun 2008 dan perpres nomor 54 tahun 2010 dan nomor 70 tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara, wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak, serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
“Pantauan di lokasi, bukan hanya papan informasi, para pekerja pun tidak menggunakan alat keselamatan kerja atau K3 yang melekat pada tubuhnya. cara pengerjaannya juga terkesan asal jadi, yaitu dengan melanjutkan turap yang lama,” ujarnya.
“Peran pengawas dari dinas terkait sangat dibutuhkan, pihak rekanan (kontraktor) harus ditegur, suruh bongkar minta di gelar ulang, jangan di diamkan saja, atau memang sudah bermain mata, kalau pihak dari dinas terkait tidak bisa melakukan tugas dan fungsinya mending copot saja seragamnya, masih banyak yang bisa dan mampu,” tuturnya.
“Terkait temuan ini saya masih menunggu kerja dari dinas terkait, apabila mereka masih ongkang kaki di ruangannya yang ber AC masih duduk di kursinya yang empuk, masih tutup mata terkait proyek ini, maka saya sendiri yang akan menyurati kejaksaan,” tegasnya.
Sementara itu, para pekerja saat di mintai keterangan mengatakan, tidak tahu menahu, hanya bekerja. namun mereka mengakui bahwa pengerjaan tersebut merupakan lanjutan dari turap yang mana.
“Kami tidak tahu apa-apa, cuma kerja. ini saja semen pasir sudah mau habis tapi belum di kirim juga. iya, ini melanjutkan turap yang lama,” jelas salah satu pekerja yang tak mau menyebutkan namanya.












