Samarinda, GrivMedia — Di balik jeruji besi, harapan tak sepenuhnya padam. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda, di bawah naungan Kanwil Ditjenpas Kalimantan Timur, kembali menyalakan bara kecil pembinaan dengan menggelar kegiatan rehabilitasi dan konseling bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Yayasan Sekata, Jumat (10/10/2025).
Dalam suasana yang penuh refleksi, sesi rehabilitasi ini tak sekadar berbentuk terapi medis, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan melalui terapi kelompok dan psikoedukasi. Di ruang itu, para klien diajak menelisik ulang luka batin, belajar mengenali diri, serta melatih coping skill untuk menghindari slip dan relapse. Seperti upaya merajut kembali benang-benang kesadaran yang sempat kusut.
Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Rahmat Tri Raharjo, menegaskan bahwa rehabilitasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan ikhtiar moral.
“Rehabilitasi bukan hanya soal penyembuhan, tetapi tentang membangun kesadaran dan tanggung jawab diri. Kami ingin warga binaan mampu mengelola diri, mengenali risiko kekambuhan, dan siap kembali ke masyarakat dengan perilaku yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, tujuan akhir dari program ini adalah membentuk manusia yang pulih, produktif, dan tak lagi mengulangi kesalahan yang sama.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Rutan Samarinda dalam mewujudkan hakikat pemasyarakatan, memulihkan manusia agar kembali menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bermartabat.
Dari balik tembok tinggi Rutan, gema pembinaan ini menjadi pengingat: setiap jiwa, betapa pun jatuhnya, selalu punya ruang untuk pulih dan kembali berdiri.
Laporan: Tim GrivMedia












