Batam, GrivMedia — Bau lembap yang biasa menggantung di sudut selokan perlahan menghilang. Petugas bersama warga binaan di Rutan Kelas IIA Batam tampak sibuk menyapu, mengangkat sampah, hingga membersihkan area kamar hunian. Tidak ada seremoni panjang. Hanya sapu, air, dan kesadaran bahwa penyakit sering lahir dari lingkungan yang diabaikan. Selasa (12/5).
Kegiatan bersih-bersih tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah deteksi dini penyakit sekaligus upaya menjaga kesehatan lingkungan di dalam rumah tahanan.
Area kamar hunian, drainase, hingga lingkungan sekitar rutan menjadi sasaran pembersihan. Langkah itu dilakukan untuk menciptakan suasana yang sehat, nyaman, dan meminimalkan potensi penyebaran penyakit di lingkungan warga binaan.
Pihak Rutan Batam menegaskan, kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam mendukung kondisi fisik maupun psikologis para penghuni rutan. Lingkungan yang bersih dinilai mampu mengurangi risiko munculnya penyakit menular, terutama di area hunian dengan aktivitas dan mobilitas tinggi.
Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan kedisiplinan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan pemasyarakatan.
Langkah sederhana itu mungkin terlihat biasa. Namun di balik tembok tinggi dan pintu besi, sapu yang bergerak pagi itu membawa pesan yang cukup jelas: menjaga kesehatan dimulai dari lingkungan yang tidak dibiarkan kotor terlalu lama.
Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi












