Advertisement

Spanyol Juara Dunia 2026, La Roja Pecahkan Rekor Pertahanan Terbaik Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Pemain Timnas Spanyol merayakan keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina di final dan mencatat rekor pertahanan terbaik sepanjang sejarah turnamen.

Jakarta, GrivMedia – Timnas Spanyol tak hanya mengangkat trofi Piala Dunia 2026, tetapi juga menorehkan sejarah baru sebagai juara dengan pertahanan paling kokoh sepanjang penyelenggaraan turnamen empat tahunan tersebut.

Melansir sejumlah laporan media internasional dan statistik resmi turnamen, La Furia Roja menutup Piala Dunia 2026 dengan hanya sekali kebobolan dalam delapan pertandingan, sekaligus memecahkan rekor pertahanan terbaik yang sebelumnya dipegang Prancis (1998), Italia (2006), dan Spanyol (2010), yang masing-masing kebobolan dua gol saat menjadi juara.

Kepastian itu diraih setelah Spanyol menundukkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu dalam partai final di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7) dini hari WIB.

Sepanjang turnamen, tim besutan Luis de la Fuente membukukan tujuh kali clean sheet. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Unai Simón dicetak gelandang Belgia Charles De Ketelaere pada babak perempat final.

Catatan tersebut menjadi semakin istimewa karena Piala Dunia 2026 menggunakan format baru dengan 48 peserta, sehingga Spanyol harus menjalani delapan pertandingan menuju tangga juara.

Keberhasilan ini juga mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua setelah edisi 2010. Selain itu, La Roja melanjutkan tren positif usai sebelumnya menjuarai Euro 2024, menegaskan keberhasilan regenerasi skuad muda yang diperkuat Lamine Yamal, Pedri, Nico Williams, hingga Pau Cubarsí.

Pelatih Luis de la Fuente turut mencatatkan prestasi tersendiri dengan membawa Spanyol menjuarai Euro dan Piala Dunia secara beruntun. Sementara Lamine Yamal kembali mengukir sejarah sebagai salah satu pemain remaja yang tampil di final Euro dan final Piala Dunia dalam rentang dua tahun.

Dominasi Spanyol di Piala Dunia 2026 tak hanya diukur dari raihan trofi, tetapi juga dari organisasi permainan dan disiplin bertahan yang menjadi fondasi utama keberhasilan mereka mengukuhkan diri sebagai juara dunia.

Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi

Iklan Jivantika Berita