Batam, GrivMedia – Rutan Kelas IIA Batam menjadi panggung evaluasi ketat melalui uji petik bidang pengamanan dan intelijen tahun 2025, Rabu (17/9). Delapan petugas Direktorat Pengamanan dan Intelijen (Ditpamintel) hadir, mendampingi jajaran pejabat struktural serta staf rutan, untuk menajamkan kesiapan menghadapi potensi gangguan keamanan.
Kegiatan ini merujuk pada Surat Direktur Pengamanan dan Intelijen Nomor PAS.7-UM.01.01-136 tentang permohonan pelaksanaan uji petik pengamanan dan intelijen. Rangkaian acara dimulai dengan diskusi terbuka mengenai dinamika pengawasan di lapangan, diikuti pemaparan standar pengelolaan sarana pengamanan serta instrumen deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika dan paham radikalisme di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, menekankan pentingnya sinergi untuk menjaga stabilitas.
“Kami menyambut baik pelaksanaan uji petik ini sebagai langkah memperkuat sistem keamanan dan intelijen di Rutan Batam. Deteksi dini harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar prosedur,” ujarnya.
Melalui uji petik ini, pengelolaan keamanan diharapkan semakin presisi, sekaligus memberi kepercayaan bagi masyarakat bahwa rutan tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga benteng yang sigap terhadap ancaman.
Tim GrivMedia












