Samarinda, GrivMedia — Di balik pagar tinggi dan pintu besi yang berat, geliat kreativitas tengah tumbuh di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda. Di workshop pembinaan kerja, deru mesin serut kayu berpadu dengan ketekunan tangan-tangan warga binaan yang mengolah papan menjadi mebel berkualitas.
Program UMKM mebeler yang digagas Rutan Samarinda ini melatih warga binaan menguasai tahap demi tahap pembuatan furnitur: mulai dari pengolahan kayu, perancangan desain, hingga proses finishing yang halus dan modern. Dari ruang kerja sederhana itu lahir lemari, kursi, meja, rak, dan berbagai perabot lain yang tampil kokoh dan estetik.
Kasubsi Bimbingan Kegiatan Rutan Samarinda menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas pembinaan, tetapi investasi masa depan. “Kami ingin memastikan warga binaan pulang dengan keterampilan yang nyata. Produk yang mereka hasilkan adalah bukti kemampuan sekaligus kesiapan mereka untuk kembali berkontribusi positif di masyarakat,” ujarnya.
Seiring meningkatnya kualitas produksi, mebel buatan warga binaan mulai menarik perhatian masyarakat. Harganya kompetitif, pengerjaannya presisi, dan setiap furnitur membawa cerita tentang semangat memperbaiki diri. UMKM mebel ini pun digadang menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian di Rutan Samarinda.
Rutan berharap ke depan dapat memperluas jaringan pemasaran dan menjalin kerja sama dengan lebih banyak mitra eksternal. Dari ruang pembinaan itu, keterampilan berubah menjadi peluang, dan pelan-pelan menjadi masa depan yang lebih terang bagi warga binaan.
Laporan: Tim GrivMedia












