Samarinda, GrivMedia – Tabuhan hadrah dan lantunan dzikir menggema dari dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda, Selasa (2/6). Suara-suara itu bukan sekadar irama, melainkan bagian dari ikhtiar memperkuat spiritualitas para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui peringatan Haul Syekh Samman Al-Madani.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diisi dengan pembacaan maulid, dzikir, doa bersama, serta penampilan hadrah oleh WBP. Suasana religius menyelimuti rutan, menghadirkan ruang refleksi di tengah proses pembinaan yang mereka jalani.
Haul Syekh Samman Al-Madani menjadi momentum bagi para warga binaan untuk mengenang keteladanan ulama besar penyebar ajaran Islam sekaligus memperdalam pemahaman nilai-nilai keagamaan. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Rutan Samarinda terus berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang positif, produktif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Nilai-nilai yang ditanamkan diharapkan menjadi bekal penting bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan hingga kembali ke tengah masyarakat.
Di balik jeruji, lantunan doa dan dzikir menjadi pengingat bahwa proses memperbaiki diri selalu memiliki ruang untuk tumbuh.
Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi













Leave a Reply