Siantar, GrivMedia – Suasana siang di Gedung II Pasar Horas, Kota Pematangsiantar, mendadak gempar setelah seorang pria yang diduga berpura-pura menjadi pembeli nekat membawa kabur emas batangan senilai sekitar Rp160 juta dari sebuah toko emas, Rabu (3/6).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di toko emas milik Khairani Sianturi. Pelaku datang seorang diri dan sempat berpura-pura memilih berbagai jenis perhiasan sebelum meminta melihat emas batangan yang dipajang di etalase.
“Awalnya dia menanyakan gelang emas sekitar 10 mayam. Dia juga melihat-lihat perhiasan lain dan sempat membuka masker sehingga wajahnya terekam CCTV,” ujar Khairani kepada wartawan.
Menurut Khairani, pelaku kemudian menunjukkan ketertarikan pada emas batangan Antam yang nilainya diperkirakan mencapai Rp160 juta. Saat barang diperlihatkan oleh anaknya, Erika br Siregar, pelaku berpura-pura hendak memotret emas tersebut.
Namun dalam hitungan detik, situasi berubah. Pelaku tiba-tiba merampas emas yang masih berada di tangan Erika dan langsung melarikan diri.
“Kami tidak pernah menyerahkan emas itu kepadanya. Barang masih dipegang anak saya saat dirampas,” kata Khairani.
Erika mengaku sejak awal telah menaruh curiga terhadap gerak-gerik pelaku. Ia bahkan sempat melipat plastik pembungkus emas agar tidak mudah diambil. Namun kewaspadaan itu tak mampu mencegah aksi cepat pelaku.
“Saya lihat dia beberapa kali mengubah posisi tangan seperti hendak mengambil kamera atau ponsel. Tiba-tiba emas itu dirampas dan dia langsung lari,” ujarnya.
Korban segera meminta pertolongan warga dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah pelaku telah diamankan sebagai bahan penyelidikan.
Kapospol Pasar Horas, AIPTU Edy Syahputra, terlihat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan unit terkait guna mengungkap pelaku.
Kasus tersebut turut menyita perhatian para pedagang Pasar Horas. Pengurus Persatuan Pedagang Pasar Horas (P4B), Aloman Sirait, mendesak aparat kepolisian agar segera menangkap pelaku dan memperkuat sistem keamanan pasar.
“Jika keamanan tidak bisa dijamin, kepercayaan masyarakat untuk berbelanja bisa menurun. Ini bukan hanya kerugian satu toko, tetapi juga berdampak pada seluruh pedagang,” kata Aloman.
Para pedagang berharap kasus tersebut segera terungkap agar rasa aman kembali tercipta di salah satu pusat perdagangan terbesar di Kota Pematangsiantar itu.
Laporan: Tim GrivMedia
Editor: Redaksi













Leave a Reply