Maros, GM – Aliansi Bunuh dan Bakar (Bubar) menggelar demo di Kabupaten Maros menuntut pengusutan kasus Korupsi, demo digelar di beberapa titik, di antaranya depan Kejaksaan Maros, Kantor DPRD Maros, Polres Maros dan Kantor Bupati. Senin, (9/12/24).
Korlap aksi A. Ahmad Qusyairi, S.H., mengatakan, massa aksi menggelar demo untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2024.
“Kami harap korupsi jangan di pelihara oleh oknum APH, kasus korupsi di kabupaten Maros perlu adanya tersangka, jangan hanya mengendap di meja,” ujar Ahmad.
Aliansi Bubar membawa beberapa tuntutan terkait kasus dugaan korupsi di kabupaten Maros yang sampai sekarang ini tidak ada penyelesaian.
- Korupsi Dinas Pendidikan Maros.
- Korupsi Kominfo Maros
- Korupsi Pertanian Maros
- Korupsi Dinas Perpustakaan
- Kasus Korupsi di Kereta Api Kejaksaan Maros
- Tindak lanjut tersangka tambang Maros (Kejaksaan)
- Tangkap penambang perusak lingkungan tambang ilegal di Maros (Polres Maros)
- RDP DI DPR (Gapura Kalla Bosowa)
- Keberlangsungan Kerja di Bandara CP
- Perlindungan hak-hak tenaga kerja
“Kasus terkait pengadaan smart board, kasus korupsi di Kominfo, saat ini masih tahap proses atau penyidikan, sedangkan kasus Dinas Perpustakaan masih ada di Polres Maros,” ucap kasi Pidsus Kejari Maros, Sulfikar.
Terkait kasus tambang, saat ini kasus berinisial Sur dalam taat pengumpulan barang bukti dan memanggil pihak bosowa, sedangkan Alim saat ini sudah masuk pemberitahuan dari polres maros,” tambah Fikar.
Menanggapi hal itu, Ketua KSPSI Maros turut angkat bicara. menurutnya kasus korupsi di Maros semakin meningkat.
“Kasus korupsi di Kabupaten Maros, selama pemerintahan Pak Chaidir meningkat. dimana Bupati sebelumnya hanya satu kasus yang mencolok, tetapi pada saat ini ada berbagai kasus korupsi,” kata Ridwan, Ketua KSPSI Maros.
Terkait hal itu, Kanit Tipikor dan Ketua komisi 2 DPRD berkomitmen terus mengawal kasus korupsi di Kabupaten Maros, dimana mereka akan turun, transparan dan memproses persoalan yang terjadi karena tikus berdasi. (M. Irwandi)












