Advertisement

Aksi Pencuri Bra di Jalan Nagur Terekam CCTV, Warga Siantar Mulai Resah: Fetish atau Frustasi?

Siantar, GM Kota yang dikenal sejuk ini kembali dibuat gerah, bukan karena cuaca, melainkan ulah pria misterius yang nekat mencuri pakaian dalam wanita. Kali ini, aksinya terjadi di Jalan Nagur, Kecamatan Siantar Utara. Momen itu pun terekam jelas oleh kamera CCTV warga pada Senin (28/4/25), dan kini video rekaman tersebut tengah beredar luas di masyarakat.

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, tampak seorang pria berjalan santai, lalu berhenti di depan jemuran milik warga. Dengan gerakan cepat tapi penuh perhitungan, ia mengambil satu potong bra, menyelipkannya ke balik baju, lalu kabur begitu saja.

Aksi ini mengingatkan warga pada kejadian serupa beberapa waktu lalu di Ronauly Kost, Jalan Raider, Kecamatan Siantar Sitalasari. Kasusnya hampir identik: Seorang pria memakai helm mencuri bra dari jemuran Ronauly Kost, juga terekam CCTV, dan juga viral.

Warga sekitar mulai merasa resah. “Bra sekarang bukan cuma mahal, tapi juga bisa lenyap tanpa jejak. Harusnya dijemur pakai gembok,” seloroh salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Fetish atau frustasi?

Menurut para ahli, kejadian ini tak bisa semata-mata dilihat sebagai kenakalan biasa. Ada indikasi kuat bahwa pelaku mengalami gangguan dalam pola pikir dan perilaku seksual.

Fenomena ini bisa masuk dalam kategori fetishisme, yakni ketertarikan seksual terhadap benda-benda tertentu, termasuk pakaian dalam wanita. Kalau dilakukan berulang, apalagi dengan cara mencuri, maka sudah masuk dalam ranah parafilia.

Pelaku dengan tindakan semacam ini seringkali tak menyadari bahwa perilaku mereka menyimpang. Bahkan ada yang menganggap hal itu sebagai bentuk ‘penghiburan diri’ atas tekanan psikologis lain. “Ini bisa jadi pelampiasan dari frustasi, kesepian, atau gangguan mental yang tidak tertangani.”

Saat ini, video rekaman CCTV sudah beredar luas dan memicu diskusi warga. mulai dari keresahan serius hingga candaan yang tak kalah kencang. Beberapa bahkan menyarankan agar warga mulai mengganti tali jemuran dengan sistem pengaman anti-maling.

Terlepas dari motifnya, yang pasti pakaian dalam bukan untuk dikoleksi secara ilegal. Kota yang sehat tak hanya butuh udara bersih, tapi juga lingkungan yang aman dari tangan-tangan iseng yang terlalu berhasrat. Siantar mungkin sejuk, tapi urusan bra bisa bikin kepala panas.