Samarinda, GrivMedia – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda mulai riuh, Kamis (18/9/2025) pukul 05.40 WITA. Tiga puluh warga binaan pemasyarakatan (WBP) bersiap meninggalkan rutan, menuju babak baru di Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda dan Lapas Kelas IIA Balikpapan.
Pemindahan itu menjadi bagian dari upaya Rutan Samarinda memaksimalkan pembinaan sekaligus mencegah sesaknya kapasitas hunian. Sebelum diberangkatkan, para WBP menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis, lalu pendataan administratif oleh petugas Sub Seksi Administrasi.
“Rutan pada dasarnya tempat penahanan sementara. Untuk itu, mutasi ini sebagai wujud memberikan program pembinaan yang lebih terstruktur,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Dahlan Hidayat mewakili Kepala Rutan Heru Yuswanto.
Dengan tangan diborgol berantai sesuai prosedur keamanan, mereka kemudian dinaikkan ke kendaraan Trans Pemasyarakatan, armada yang menjadi jembatan antara ruang tunggu dan ruang pembinaan.
Pemindahan itu bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga langkah mengurai simpul-simpul kelebihan kapasitas yang selama ini membayangi rutan. Di balik rantai borgol, tersimpan harapan agar di tempat baru, pembinaan menjadi jalan pulang yang lebih terang bagi para WBP.
Tim GrivMedia












