Madura, GrivMedia — Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura melanjutkan rangkaian Upacara Adat Song Osong dengan menggelar Tadarus Al-Qur’an selama 40 hari, setelah menuntaskan Ritual Sakral Nyello’ Aing 7 Sumur Keraton. Rangkaian spiritual ini menjadi bagian dari persiapan menuju penobatan Raja Keraton Parupuh.
Tokoh adat Keraton Parupuh, Kyai Raden Miftahussurur Fatah, SE.,, menyampaikan bahwa tadarus dimulai sejak 20 Januari 2026 hingga 28 Februari 2026 dan akan dilanjutkan sepanjang bulan suci Ramadhan.
“Setelah Ritual Sakral Nyello’ Aing 7 Sumur Keraton, kegiatan adat dan spiritual kami lanjutkan dengan Tadarus Al-Qur’an selama 40 hari, yang insyaallah bersambung hingga Ramadhan,” ujar Miftahussurur dalam Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI), Kamis, (22/1).
Ritual Nyello’ Aing 7 Sumur Keraton merupakan prosesi penyucian yang memanfaatkan tujuh sumur peninggalan Keraton Parupuh sebagai simbol penyelarasan lahir dan batin. Air ritual tersebut juga disempurnakan dengan air dari Petirtaan Jolotundo, situs bersejarah di lereng Gunung Penanggungan, Jawa Timur, yang memiliki nilai historis dan spiritual dalam tradisi Nusantara.
Menurut Miftahussurur, rangkaian tadarus menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta tuntunan Ilahi bagi keberlangsungan adat, masyarakat, dan kepemimpinan Keraton Parupuh.
Rangkaian tadarus akan ditutup dengan selamatan ritual sakral dhudhus, yakni prosesi mandi suci bagi calon Raja, serta Khatmil Qur’an pada penghujung bulan Ramadhan.
Setelah itu, Upacara Adat Song Osong akan dilanjutkan dengan Sidang Adat Badan Musyawarah Adat Keraton Parupuh, Sidang Adat Majelis Adat Indonesia (MAI), dan puncaknya Ritual Sakral Penobatan Raja Keraton Parupuh Aryo Menak Senoyo Madura.
Laporan:Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












