Pamekasan, GrivMedia — Di Pendopo Kecamatan Proppo, semangat muda menjelma menjadi bara perubahan. Pelantikan pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa Proppo (FORKAM Proppo) pada Minggu (5/10), berlangsung bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi intelektual yang menghidupkan kembali makna sejati pendidikan.
Dengan mengusung tema “Pendidikan sebagai Reformare Diri dan Masyarakat”, kegiatan ini menghadirkan suasana yang sarat makna. Kata reformare yang berasal dari bahasa Latin, berarti “membentuk kembali”, menjadi roh utama dalam setiap sesi kegiatan, menegaskan bahwa pendidikan sejati adalah proses pembentukan akhlak dan karakter, bukan sekadar perburuan gelar akademik.
“Ilmu yang tidak berbuah perubahan adalah kesia-siaan,” ungkap salah satu narasumber dalam sesi talk show, menekankan pentingnya pendidikan yang berorientasi pada nilai dan tindakan nyata.
Pelantikan itu turut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Camat Proppo Bagus Irawan Ainul Nizar, anggota DPRD, Kapolsek, Danramil, tokoh agama, tokoh adat, serta para mahasiswa dan pelajar. Suasana berlangsung hangat, diwarnai semangat kolaborasi antara birokrasi dan generasi muda dalam menyalakan api perubahan.
Ketua Umum FORKAM Proppo yang baru dilantik, Irfan, menegaskan arah perjuangan forum yang ia pimpin.
“Kami ingin menjadikan pendidikan bukan sekadar teori di ruang kelas, tetapi gerakan sosial yang menyentuh nurani masyarakat,” ujarnya dengan nada optimistis.
Kegiatan ditutup dengan doa dan nasihat mendalam dari Kiai Raden Miftah, Ketua Yayasan Bujuk Gayam Aryo Menak Senoyo Kraton Parupuh Madura.
“Belajarlah bukan untuk tinggi kepala, tetapi untuk merunduk rendah hati di hadapan kebenaran,” pesan beliau, yang disambut khidmat seluruh peserta.
Dari Proppo, gema reformare itu menjalar ke penjuru Madura. Sebuah pesan sederhana namun kuat: bahwa perubahan besar selalu bermula dari keberanian untuk belajar, memahami, dan memperbaiki diri.
Laporan: Tim GrivMedia












