Advertisement

Diduga Bermotif Bisnis Angkutan, Pemasangan Portal di Simpang HSJ Picu Konflik Warga

Labuhanbatu, GM – Polemik pemasangan portal pembatas tonase di Dusun Sei Mambang Hilir, Simpang PT Hari Sawit Jaya (HSJ), Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, kian memanas. Portal yang dipasang Dinas Perhubungan (Dishub) bersama sekelompok masyarakat pada Rabu, 21 Mei 2025, akhirnya dibongkar paksa oleh warga pada Sabtu sore, 24 Mei 2025, dengan bantuan alat berat milik perusahaan.

Warga menyebut pemasangan portal tidak melalui musyawarah dan dinilai mengganggu aktivitas angkutan serta berpotensi membahayakan pengguna jalan. “Papan proyek tidak ada, dana dari mana juga tidak jelas. Ini jalan pemerintah, kok dipasang portal tanpa keterbukaan?” ujar Zefri, warga penolak, kepada GrivMedia, Sabtu (24/5).

Ketegangan meningkat ketika muncul dugaan bahwa pemasangan portal bukan semata demi menegakkan Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang pembatasan tonase angkutan, tetapi sarat kepentingan pribadi. Sejumlah sumber menyebut, ada dugaan cawe-cawe oknum anggota DPRD Labuhanbatu yang ingin mengambil alih jalur distribusi angkutan Crude Palm Oil (CPO) milik PT HSJ.

“Ada indikasi kuat kelompok ini berharap dapat proyek jasa angkut CPO. Dugaan kami, ini bukan soal aturan, tapi soal uang,” tegas seorang sumber yang enggan disebut namanya.

Tokoh masyarakat Josman Sinaga juga menyayangkan langkah Dishub yang dinilai gegabah dan memicu konflik horizontal di tengah masyarakat. “Kalau sudah begini, siapa yang mau tanggung jawab? Ini jalan negara, bukan milik satu kelompok,” katanya.

Baca Juga : Portal Dihantam Truk, Warga Nilai PT HSJ Bertindak Tepat Cabut Tiang Demi Keselamatan

Pihak PT HSJ sendiri belum merespons secara resmi, namun diketahui mendukung pembongkaran portal demi kelancaran distribusi hasil produksi dan menghindari gesekan sosial. Warga setempat pun menilai langkah perusahaan sudah tepat.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perhubungan Labuhanbatu Said Ali Harahap belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatan oknum legislatif dan sumber dana pembangunan portal yang tidak jelas. (Zack)