Jakarta, GrivMedia – Pagi Jakarta menjadi latar langkah tegas puluhan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Pemuda Pemerhati Rakyat & Peduli Sosial Sumatera Utara. Kamis (18/9/2025), mereka berdiri di depan kantor DPP Partai Gerindra, Jalan Harsono RM, Ragunan, Pasar Minggu, membawa suara yang lahir dari kekecewaan.
Seruan itu lahir setelah beredar video yang diduga memperlihatkan Antoni Darwin Nasution, anggota DPRD Kota Tanjungbalai sekaligus Ketua DPC Gerindra setempat, tengah menikmati gemerlap diskotik di Medan. Aksi itu, kata mahasiswa, mencederai etika wakil rakyat yang seharusnya menjadi teladan.
“Kami datang karena masyarakat Tanjungbalai terluka melihat wakilnya berperilaku tidak pantas. Kami ingin Partai Gerindra bertindak,” ujar Roni Harahap, koordinator lapangan, di sela orasi.
Dalam pernyataan sikapnya, massa mendesak tiga langkah: Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Gerindra memanggil Antoni Darwin Nasution; DPP Gerindra menonaktifkannya dari kursi DPRD Tanjungbalai; serta mencopotnya dari jabatan Ketua DPC Gerindra Tanjungbalai.
Aksi berlangsung damai dan tertib. Sejumlah perwakilan mahasiswa diterima staf kesekretariatan DPP untuk menyerahkan berkas laporan resmi. “Syukur aksi kami diterima dengan baik, semoga ada langkah tegas,” tutup Roni.
Gerindra sendiri hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait desakan mahasiswa tersebut.
Laporan: Brata | Editor: Tim GrivMedia












