Medan, GrivMedia — Menjelang perayaan Idulfitri, suasana berbeda terlihat di area pembinaan kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Sabtu (14/3). Sebuah sudut sederhana yang difungsikan sebagai barbershop mendadak lebih ramai dari biasanya.
Di tempat itu, warga binaan tak sekadar merapikan rambut. Mereka juga sedang belajar sebuah keterampilan yang kelak bisa menjadi bekal hidup setelah kembali ke tengah masyarakat.
Program pangkas rambut ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui kegiatan tersebut, para warga binaan dilatih sekaligus mempraktikkan teknik dasar hingga keterampilan memangkas rambut secara langsung.
Menjelang Hari Raya, antusiasme warga binaan meningkat. Banyak di antara mereka datang untuk merapikan penampilan agar terlihat lebih bersih dan rapi saat menyambut Lebaran di balik tembok pemasyarakatan.
Petugas pembinaan kerja turut melakukan pendampingan selama kegiatan berlangsung guna memastikan proses pembelajaran berjalan tertib serta memberi manfaat nyata bagi warga binaan yang mengikuti program tersebut.
Secara terpisah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan seperti barbershop merupakan bagian dari upaya pembinaan agar warga binaan memiliki kemampuan praktis ketika kembali ke masyarakat.
“Pembinaan kemandirian menjadi salah satu langkah penting agar warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat setelah selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.
Program tersebut menjadi salah satu wajah pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan: tempat di mana hukuman tidak hanya dijalani, tetapi juga diubah menjadi kesempatan belajar.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












