Advertisement

Ngariung Perdana Bupati Humbahas: Satukan Visi, Perkuat Integritas ASN

Bupati Humbahas berbicara di acara Ngariung Perdana, fokus pada visi dan integritas ASN.

Doloksanggul, GrivMedia — Pagi di Bukit Inspirasi terasa berbeda. Barisan aparatur sipil negara berdiri rapi, namun suasana tak sekaku biasanya. Di sela apel, Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, untuk pertama kalinya menggelar “ngariung” bersama pejabat eselon II dan III, Senin, (26/1).

Didampingi Sekretaris Daerah Chiristison Rudianto Marbun, pertemuan itu tak sekadar seremonial. Ia menjadi ruang temu gagasan—tempat visi dipertajam, komitmen diperbarui. Dalam nuansa santai namun terarah, Oloan mengajak jajarannya menyatukan langkah, memperkuat sinergi, dan meneguhkan pelayanan publik sebagai prioritas utama.

“Kesamaan visi dan kekompakan adalah fondasi percepatan pembangunan,” ujar Oloan di hadapan peserta apel.

Ia menekankan pentingnya etika, integritas, serta soliditas kerja di lingkungan perangkat daerah. Para pimpinan OPD diminta mengevaluasi capaian kinerja pasca pelantikan pada 29 Desember 2025, sekaligus memastikan program berjalan efektif dan terukur.

Sorotan lain tertuju pada manajemen talenta. Oloan menjelaskan, strategi ini menjadi kunci dalam menempatkan sumber daya manusia sesuai kompetensi. Dengan pengelolaan potensi dan kinerja yang berkelanjutan, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing birokrasi sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan.

Sekda Chiristison Marbun menambahkan, kolaborasi lintas OPD harus diperkuat. Ia menegaskan pentingnya pemahaman tugas pokok dan fungsi, serta kerja tim yang solid untuk mencapai target kinerja, termasuk Universal Health Coverage (UHC), peningkatan nilai SAKIP menuju predikat A, dan Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK.

Di ujung kegiatan, pesan kewaspadaan disampaikan. Bupati meminta Satuan Polisi Pamong Praja mengingatkan seluruh peserta agar mengantisipasi risiko kebakaran di musim kemarau, serta mengedukasi masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Ngariung perdana ini menjadi penanda: birokrasi tak hanya dituntut bekerja, tetapi juga saling mendengar—agar arah pembangunan tak sekadar cepat, melainkan juga tepat.

Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi