Doloksanggul, GrivMedia — Suasana Aula Huta Mas Tano Tubu, Senin (8/9), terasa hangat ketika Bupati Humbang Hasundutan, Dr Oloan P Nababan SH MH, menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada ratusan Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH). Di ruangan itu, wajah-wajah harap dan lega bercampur menjadi satu: harapan untuk hidup yang sedikit lebih ringan.
Penyaluran bantuan sosial ini dihadiri para pimpinan OPD, Kepala BPS Humbahas Tomry Aritonang, perwakilan Bank Mandiri, pendamping PKH, dan tentu para penerima manfaat yang datang dari Kecamatan Doloksanggul dan Baktiraja.
PKH sendiri merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah untuk keluarga miskin dan rentan, dengan tujuan meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, serta kualitas hidup ke depan.
Bupati Oloan menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga melibatkan perubahan perilaku masyarakat. “Bantuan ini bukan sekadar angka, tetapi jembatan untuk meningkatkan kesejahteraan jangka panjang,” ucapnya.
Pada periode September ini, sebanyak 911 KPM yang dinyatakan layak salur menerima bantuan—dari total 1.014 data awal Kementerian Sosial. Dana bantuan disalurkan melalui Bank Mandiri langsung ke rekening masing-masing penerima.
Bupati mengingatkan bahwa bantuan PKH wajib digunakan untuk pendidikan, kesehatan, gizi, dan modal usaha, bukan untuk kebutuhan yang tidak penting. Sementara bantuan sembako diprioritaskan untuk pemenuhan pangan bergizi seperti beras, protein hewani, sayuran, dan buah.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan PIN KKS dan melakukan transaksi tepat waktu agar bantuan tidak ditarik kembali ke kas negara.
Kadis Sosial Humbahas Frans Judika Pasaribu menjelaskan, hasil verifikasi lapangan menunjukkan sebagian data tidak layak salur karena penerima tidak ditemukan, telah meninggal, pindah wilayah, mampu secara ekonomi, atau menolak bantuan.
Bupati Oloan berharap program ini benar-benar menjadi dorongan untuk memutus rantai kemiskinan dan menguatkan kualitas sumber daya manusia Humbang Hasundutan.
“Bantuan hanyalah awal. Kerja keras tetap menjadi jalan utama menuju Humbang Hasundutan yang Adil, Makmur, Lestari, dan Berkeadaban,” tutupnya.
Laporan: Tim GrivMedia












