Advertisement

Debt Collector Diduga Aniaya Wartawan di Labuhanbatu, AKPERSI Pusat Murka

Labuhanbatu, GrivMedia – Dunia pers kembali tercoreng. Dua wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Labuhanbatu Raya diduga menjadi korban pengeroyokan debt collector PT Astra Credit Companies (ACC). Peristiwa itu terjadi di depan kantor ACC Finance, Jalan Sisingamangaraja, Rantau Selatan, Jumat (19/9/2025).

Ketua DPC AKPERSI Labuhanbatu, Zainal Arifin Lase (Mitramabesnews.id), dan Humas Ahmad Idris Rambe (RadarkriminalTV.com), mengalami luka lebam setelah dikeroyok puluhan orang saat hendak mengonfirmasi dugaan penarikan kendaraan secara paksa di jalan. Aksi brutal itu terekam video dan viral di media sosial.

“Kami hanya ingin konfirmasi, tapi justru diserang dan diinjak-injak,” ungkap Zainal.

Ketua Umum DPP AKPERSI, Rino Triyono, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menegaskan profesi wartawan dilindungi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, sementara praktik penarikan kendaraan di jalan oleh debt collector telah dilarang lewat putusan Mahkamah Konstitusi dan Surat Edaran Polri.

“Ini bukan sekadar intimidasi, tapi tindakan pidana. Kami tidak akan mentolerir pembungkaman pers. Semua pelaku harus ditangkap, dan manajemen ACC wajib meminta maaf secara terbuka,” tegas Rino, Senin (22/9/25).

Polres Labuhanbatu bergerak cepat dengan menangkap dua terduga pelaku. Namun AKPERSI mendesak agar seluruh pelaku ditindak serta meminta Kementerian Hukum dan aparat pusat turun tangan.

Hingga berita ini ditulis, manajemen ACC Finance belum memberikan keterangan resmi maupun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada AKPERSI. Jika tak ada itikad baik, organisasi pers tersebut berencana menempuh langkah hukum dan menayangkan pemberitaan di seluruh jaringan medianya di 33 provinsi, sekaligus menggelar aksi besar-besaran di kantor pusat perusahaan.

Laporan: Brata | Editor: Tim GrivMedia