Advertisement

Dugaan Praktik Prostitusi Berkedok Spa di Gading Serpong, Promosi Terapis “Seksi” Makin Ramai Berseliweran

Dugaan prostitusi

Tangerang, GrivMedia — Di sepanjang deretan Ruko Dotcom, Jl. Boulevard Raya Gading Serpong Blok G, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, malam seolah punya detak yang tak pernah padam. Lampu-lampu neon berpendar di antara ruko-ruko yang berdiri rapat, sebagian di antaranya menawarkan layanan spa dan pijat yang tampak biasa dari luar namun menimbulkan tanya dari dalam.

Warga menyebut, beberapa tempat spa di blok tersebut diduga tidak hanya menawarkan layanan relaksasi. Salah satunya adalah sebuah tempat berinisial Mango atau Melon, yang belakangan ramai di media sosial karena gencar mempromosikan “terapis seksi” lengkap dengan unggahan bergaya menggoda. Cara promosi tersebut dinilai sebagian warga dan pengamat sebagai pola yang mengarah kepada dugaan praktik prostitusi berkedok layanan kebugaran.

“Kalau cuma pijat biasa, tidak mungkin promosinya seperti itu,” ujar seorang warga yang sehari-hari bekerja di area ruko. Ia mengaku kerap melihat tamu datang dan dengan cepat, memunculkan spekulasi bahwa aktivitas di tempat itu bukan sekadar layanan spa.

Indikasi serupa juga tampak dari paket-paket layanan yang beredar di media sosial dan aplikasi tertentu, bahasa promosi dan visualisasi yang ditampilkan mengisyaratkan layanan yang melampaui batas spa konvensional, sehingga menimbulkan dugaan kuat bahwa praktik prostitusi terselubung turut beroperasi di dalamnya.

Pakar kebijakan publik menilai pola pemasaran semacam itu patut dicurigai. “Ketika promosi menonjolkan unsur tubuh dan sensualitas, bukan profesionalitas terapi, biasanya ada praktik lain yang ikut menempel,” ujarnya.

Hingga berita ini dimuat, pihak pengelola Mango maupun Melon belum memberikan keterangan resmi.

Di tengah citra Gading Serpong yang dikenal modern dan tertata, keberadaan bisnis yang bergerak di wilayah abu-abu ini memunculkan kegelisahan. Publik kini menantikan langkah tegas pemerintah daerah untuk memastikan kawasan komersial tersebut tidak menjadi ruang gelap bagi praktik prostitusi terselubung.

Laporan: Tim GrivMedia