Advertisement

Dugaan “Razia Sandiwara” di Studio 21, Aktivis Resmi Layangkan Laporan dan Rencana Aksi

Siantar, GM – Gelombang kritik terhadap penegakan hukum di Tempat Hiburan Malam (THM) Studio 21, Jalan Parapat, Kota Pematang Siantar, kian menguat. Rabu (23/4/2025), sekelompok aktivis masyarakat resmi melayangkan surat pengaduan masyarakat (Dumas) dan pemberitahuan aksi unjuk rasa kepada Polres Pematang Siantar.

Laporan tersebut menyoroti dugaan peredaran narkoba, praktik prostitusi terselubung, human trafficking, serta pelanggaran izin bangunan yang diduga terjadi di lokasi THM tersebut. Rangkaian aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung secara berjilid pada 1, 8, 15, dan 22 Mei 2025.

Ketua kelompok pelapor, Henderson Silalahi, mengungkapkan bahwa masyarakat tidak lagi bisa diam melihat lemahnya penindakan terhadap tempat hiburan yang disebutnya kerap kebal hukum. Ia pun mempertanyakan efektivitas razia yang baru-baru ini digelar aparat kepolisian.

“Razia memang dilakukan semalam, tetapi tidak transparan. Kami tidak dilibatkan, begitu pula awak media. Anehnya, hasilnya nihil: tidak ada perempuan yang diperiksa, semua urine negatif. Ini razia atau sandiwara?” kritik Henderson dengan nada tajam.

Henderson menilai bahwa pola komunikasi dan penanganan kasus oleh aparat terlalu tertutup dan terkesan hanya formalitas belaka. Ia mendesak agar institusi kepolisian terbuka terhadap kontrol masyarakat dan tidak alergi terhadap kritik.

“Kami bukan lawan, kami suara masyarakat. Kalau razia dilakukan tanpa melibatkan unsur pengawasan publik, lalu bagaimana masyarakat bisa percaya bahwa itu dilakukan secara objektif?” tegasnya.

Dalam aksinya nanti, massa yang diperkirakan berjumlah 50 orang akan berkumpul di Lapangan Parkir Wisata Pematang Siantar, kemudian long march menuju Polres Pematang Siantar, kantor BNN, dan DPRD Kota. Mereka menuntut razia harian, investigasi menyeluruh, serta Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mencabut izin operasi dan membongkar bangunan Studio 21.

“Sudah cukup. Jika aparat tidak tegas, kami yang akan terus turun ke jalan. Kami ingin Pematang Siantar bersih dari kemaksiatan dan jaringan narkoba terselubung,” pungkas Henderson.