Advertisement

Firdaus Oiwobo Bentuk “Termul”, Barisan Pembela Jokowi di Tengah Badai Polemik

Jakarta, GM – Di tengah riuh tudingan ijazah palsu yang membelit Joko Widodo, nama Firdaus Oiwobo kembali menyeruak. Pengacara yang kerap tampil eksentrik itu kini mengibarkan bendera baru: Termul, akronim dari Ternak Mulyono.

Deklarasi organisasi ini diumumkan Firdaus lewat unggahan video di akun Instagramnya. Dengan latar suara lantang, ia menyebut Termul sebagai “barisan perlawanan” terhadap kubu Roy Suryo, Dr. Tifa, dan Rismon Sianipar—para pengkritik yang menuding ijazah Jokowi palsu.

“Tujuan saya mendirikan Termul ini adalah untuk melawan arus negatif dan provokasi yang merusak,” kata Firdaus lewat reels instagramnya @m.firdausoiwobo_sh pada Sabtu (23/8/2025). Logo organisasi itu—seekor monyet cokelat melambaikan tangan—menjadi simbol yang ramai diperbincangkan warganet.

Langkah Firdaus datang setelah Bareskrim Polri menghentikan penyelidikan dugaan ijazah palsu pada Juli lalu. Meski demikian, polemik tak kunjung reda. Para pengkritik meluncurkan buku Jokowi White Paper’s yang menyoal keabsahan dokumen pendidikan Jokowi, sementara perdebatan di media sosial terus membara.

Istilah “Termul” sendiri sejatinya berasal dari Dr. Tifa, yang menyebutnya sebagai sebutan paling “hina” bagi para pendukung Jokowi di media sosial. Namun, Firdaus justru mengadopsinya sebagai bendera perjuangan, mengubah ejekan menjadi identitas.

Di lini komentar, dukungan dan cibiran berbaur. Ada yang memuji langkah Firdaus sebagai pembela setia, ada pula yang menyebut gerakan ini sekadar sandiwara politik di panggung digital.

Di balik hiruk-pikuk tagar dan debat panjang, satu hal jelas: jagat maya Indonesia kembali menemukan episentrum barunya.

Tim GrivMedia