Samarinda, GrivMedia — Suasana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda terasa berbeda. Lapangan dalam rutan dipenuhi semangat dan tepuk tangan ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang menyambut kedatangan Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Kalimantan Timur, Umi Laili.
Namun kunjungan kali ini bukan sekadar agenda formal. Umi datang membawa pesan kemanusiaan dan harapan baru. Dengan suara lembut tapi tegas, ia menegaskan bahwa keberadaannya di tengah para WBP bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mendampingi.
“Kami datang hari ini bukan sebagai atasan dan bawahan, bukan hanya sebagai petugas dan warga binaan. Kami datang sebagai sesama manusia yang juga masih belajar memperbaiki diri,” ujar Umi, disambut riuh tepuk tangan para warga binaan.
Ia menekankan bahwa setiap manusia berhak atas kesempatan kedua. “Tempat ini adalah ruang jeda, ruang untuk introspeksi, dan ruang untuk memulai babak baru,” tambahnya.
Pelaksana Harian Kepala Rutan Samarinda, Fajar Setyawan, menyebut kehadiran Kakanwil Kemenham menjadi bukti nyata bahwa pembinaan dan kemanusiaan menjadi prioritas utama. “Pesan Ibu menyentuh hati kami semua. Kami berkomitmen memperlakukan setiap WBP dengan martabat dan kemanusiaan setinggi-tingginya,” ujarnya.
Umi Laili menutup kunjungan dengan harapan agar seluruh WBP mampu memanfaatkan masa pembinaan dengan sebaik-baiknya, menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat saat kembali ke masyarakat.
Laporan: Tim GrivMedia












