Batam, GrivMedia – Suasana reses Dewan Perwakilan Rakyat di Kepulauan Riau, Jumat (3/10/25), tak hanya berisi seremonial. Di ruang itu, problem klasik pemasyarakatan kembali mencuat: kapasitas yang kian sesak, sementara arus warga binaan terus berdatangan.
Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Batam hadir langsung dalam kunjungan kerja Komisi III DPR RI. Pertemuan tersebut menjadi ruang dengar sekaligus ruang evaluasi atas kinerja mitra kerja DPR, khususnya sektor hukum, hak asasi manusia, imigrasi, dan pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau memaparkan kondisi terkini lapas dan rutan di wilayahnya. Angka penghuni yang kian menanjak disebut menjadi tantangan besar, baik dalam pembinaan maupun pengelolaan hunian.
Di sela kegiatan, Karutan Batam menegaskan kehadirannya sebagai bentuk dukungan dan sinergi. “Ini bagian dari upaya bersama memperkuat penyelenggaraan pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan efektif,” ujarnya.
Reses Komisi III kali ini diharapkan tak hanya berhenti pada catatan, melainkan menjelma rekomendasi nyata: memperkuat koordinasi, mengurai sesak yang kian menghimpit, serta memastikan pembinaan warga binaan berjalan di jalur yang semestinya.
Laporan: Tim GrivMedia












