Advertisement

Korban Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tembus 604 Jiwa

Korban bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumut, Sumbar

Sumatera Utara, GrivMedia — Suara helikopter memecah senyap Senin sore itu, ketika kantong-kantong bantuan pangan dan selimut diluncurkan ke wilayah yang terputus di Solok, Pasaman Barat, dan Agam. Di tengah lumpur yang masih basah dan jalan yang belum seluruhnya tersambung, tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, hingga relawan terus bergerak.

Per Senin (1/12) pukul 17.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat meningkat menjadi 604 jiwa, sementara 464 warga lainnya masih hilang. Data ini bersifat sementara dan diperkirakan masih bisa berubah seiring pencarian yang berlangsung.

Sumatra Utara: 283 Jiwa Meninggal, Akses Mulai Terbuka

Provinsi Sumatra Utara mencatat 283 korban meninggal, tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Padangsidimpuan, Deli Serdang, dan Nias.

Sebagian jalan yang sebelumnya tertutup kini mulai terbuka, seperti Tarutung–Padangsidimpuan dan Tarutung–Sibolga, memungkinkan logistik menembus hingga Desa Sibalanga, Adiankoting. Pengungsi mencapai puluhan ribu jiwa, dengan kondisi logistik di beberapa titik masih mengandalkan pengiriman udara.

Aceh: 156 Jiwa Meninggal, Jalur Utama Lumpuh

Di Aceh, 156 warga meninggal dunia dan 181 hilang. Sebagian besar jalur utama—Banda Aceh–Lhokseumawe, Bireuen–Takengon, hingga Aceh Tengah–Bener Meriah—masih putus total.

Lebih dari 479 ribu warga mengungsi, dengan angka tertinggi di Aceh Utara. Perangkat komunikasi darurat seperti Starlink digelar di berbagai titik untuk memulihkan konektivitas, sementara logistik dikirim melalui laut dan udara.

Sumatra Barat: 165 Jiwa Meninggal, Bantuan Udara Dikebut

Sumatra Barat mencatat 165 korban meninggal dan 114 hilang. Ribuan keluarga mengungsi, terutama di Pesisir Selatan dan Tanah Datar.

Bantuan seberat empat ton diterbangkan menuju Solok, Agam, dan Pasaman Barat. Jalur laut juga digunakan untuk menjangkau Nagari Sungai Batang di Tanjung Raya yang terisolasi.

Dukungan Pemerintah Pusat

Presiden Prabowo mengirim dukungan berupa alat komunikasi, genset, tenda, perahu LCR, serta bantuan pangan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) turut dilakukan menggunakan pesawat Cessna 208B untuk menekan potensi hujan deras susulan.

BNPB menegaskan pembaruan data akan terus disampaikan sejalan dengan proses pencarian dan pendataan di lapangan.

Laporan: Tim GrivMedia