Tangerang, GM – Seorang warga Tangerang berinisial End mengaku tidak menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang menjadi haknya meski tercatat telah dicairkan. Ia menduga ada manipulasi data dalam proses penyaluran di kantor pos.
End mengatakan telah memenuhi seluruh persyaratan dan menerima surat pemberitahuan bahwa BSU siap diambil. Namun saat mendatangi kantor pos, petugas menyebut bantuan tersebut sudah diambil orang lain. “Saya tidak pernah memberi kuasa kepada siapa pun,” ujarnya, Jumat, (8/8/25).
Wakil Satgas Penyaluran BSU Pos Indonesia, Muje, menyatakan pencairan telah mengikuti prosedur operasi standar, termasuk verifikasi identitas dan tanda tangan penerima. Meski begitu, End meragukan keamanan proses tersebut dan meminta investigasi menyeluruh.
Pihak kantor pos berjanji menelusuri kasus ini dan meminta End membawa dokumen pendukung. Mereka juga menyatakan akan mengambil tindakan jika ditemukan kesalahan atau penipuan.
Aktivis sosial, Rezi, menilai kasus ini mencerminkan masih lemahnya pengawasan dalam penyaluran bantuan. “Harus ada investigasi menyeluruh dan langkah tegas jika terbukti ada pemalsuan identitas,” katanya.
Kasus ini memicu sorotan publik terhadap sistem keamanan penyaluran BSU di kantor pos dan mendorong desakan perbaikan prosedur untuk mencegah kejadian serupa.
Reporter: Brata
Editor: Redaksi GrivMedia












