Samarinda, GrivMedia – Pagi di Rutan Kelas I Samarinda bergerak lebih cepat dari biasanya. Suara langkah petugas berpadu dengan denting administrasi ketika 24 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersiap menjalani proses mutasi terarah menuju Lapas Samarinda, Jumat (5/12). Pemindahan ini menjadi bagian dari upaya menata hunian dan memperkuat kualitas pembinaan.
Sebelum keberangkatan, para WBP menjalani tahapan pemeriksaan berlapis, mulai dari verifikasi identitas, pengecekan kesehatan, hingga penertiban barang bawaan. Semua dilakukan untuk memastikan proses mutasi berjalan aman, tertib, dan memenuhi standar operasional.
Kasi Pelayanan Tahanan, Dahlan Hidayat, mewakili Kepala Rutan, mengapresiasi seluruh jajaran yang terlibat dalam proses tersebut.
“Mutasi ini adalah langkah manajemen hunian agar lebih efektif, sekaligus memberikan ruang pembinaan yang lebih optimal. Semua prosedur kami jalankan secara aman, tertib, dan manusiawi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pengamanan Rutan, Gilang Wisnuwardhana, menekankan bahwa pemindahan ini merupakan bentuk sinergi kuat antar Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Kota Samarinda.
“Terima kasih kepada seluruh petugas, mulai dari pendataan, kesehatan, hingga pengawalan. Semoga warga binaan yang dipindahkan dapat mengikuti program pembinaan dengan disiplin,” katanya.
Setibanya di Lapas Samarinda, seluruh WBP diterima melalui proses serah terima administrasi tanpa kendala. Mereka dinyatakan lengkap, sehat, dan siap mengikuti pembinaan di tempat yang baru.
Melalui mutasi terarah ini, Rutan Samarinda menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas keamanan, mengurangi beban hunian, dan memastikan pembinaan berjalan maksimal sesuai prinsip pemasyarakatan.
Laporan: Tim GrivMedia












