Labuhanbatu, GrivMedia — Upaya aparat melakukan Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, belum sepenuhnya meredakan keresahan warga. Pasalnya, setelah razia dilakukan, masyarakat mengaku masih melihat dugaan aktivitas transaksi narkotika di wilayah tersebut.
Sebelumnya, jajaran kepolisian dari Polsek Bilah Hilir telah menyisir area yang diduga kerap dijadikan lokasi penyalahgunaan narkoba. Dari kegiatan itu, petugas menemukan alat hisap sabu dan plastik klip bekas pakai.
Namun, kondisi di lapangan disebut belum banyak berubah. Warga mengaku aktivitas mencurigakan masih berlangsung, ditandai dengan keluar masuknya orang tak dikenal, terutama pada waktu-waktu tertentu.
“Masih ada aktivitas sembunyi-sembunyi. Kami masih melihat orang datang dan pergi, seperti sebelumnya,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Jumat, (27/3).
Nama yang sebelumnya disebut warga, SP alias Dong, diduga terkait jaringan peredaran sabu juga masih menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Situasi ini membuat warga semakin khawatir, terutama terhadap dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan sosial dan generasi muda. Mereka berharap langkah penindakan berlanjut hingga pengungkapan jaringan.
Masyarakat pun mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Satres Narkoba Polres Labuhanbatu, serta Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan secara berkelanjutan.
Upaya konfirmasi kepada aparat terkait belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan yang disampaikan.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












