Samarinda, GM – Mendukung arahan Presiden Republik Indonesia dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) khususnya di bidang Pemasyarakatan, Rutan Kelas I Samarinda, berhasil memanen sayuran pakcoy atau yang juga dikenal dengan sawi sendok.
Dalam kegiatan ini, jajaran petugas Rutan Samarinda sukses memanen tanaman sayuran yang telah ditanam melalui teknik hidroponik sekitar 20 hingga 30 hari sebelumnya. kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, (24/02/25).
Meski memiliki keterbatasan lahan, upaya optimalisasi terus dilakukan. Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Samarinda bersama pejabat struktural lainnya optimis dapat mendukung dan menjalankan program ketahanan pangan secara maksimal.
Hal ini senantiasa mengacu pada arahan Asta Cita Presiden, 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
“Selain melaksanakan mandat pimpinan dan Bapak Presiden, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program kemandirian yang kami berikan kepada warga binaan. hal ini bertujuan agar mereka dapat mengembangkan kemampuan dan keuletan selama berada di dalam rutan. harapannya, saat kembali ke masyarakat nanti, mereka memiliki keterampilan yang berguna,” jelas Kasi Pelayanan Tahanan.
Sementara itu, Kepala Rutan Samarinda, Heru, menambahkan, “Beberapa waktu lalu kami telah menanam bibit sawi, dan hari ini kita memanen hasilnya. ini adalah salah satu bentuk kontribusi kami dalam mendukung program ketahanan pangan sesuai dengan arahan pemerintah. Saya berharap apa yang kami lakukan saat ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”
Setelah giat panen selesai, hasil sayuran segar tersebut langsung dibagikan kepada keluarga warga binaan yang hadir untuk layanan titipan makanan. langkah ini sekaligus menunjukkan perhatian rutan terhadap pemenuhan kebutuhan komunitas yang terkait dengan warga binaan.












