Siantar, GrivMedia — Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar memastikan kesiapan sistem kelistrikan di tujuh daerah wilayah kerjanya. Penguatan dilakukan melalui pemeliharaan jaringan dan pembentukan tim siaga khusus.
Manajer PLN UP3 Pematangsiantar, Ramses Manalu, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeliharaan jaringan tegangan menengah, tegangan rendah, serta gardu distribusi guna menjaga pasokan listrik tetap stabil selama periode ibadah dan arus mudik.
“Selain jaringan utama, kami juga melakukan pengecekan dan pemeliharaan utilitas pendukung seperti genset, Uninterruptible Power Supply (UPS), serta Unit Gardu Bergerak (UGB),” ujarnya, Selasa (3/3).
Secara sistem pelayanan, PLN UP3 Pematangsiantar membawahi 10 Unit Layanan Pelanggan (ULP) yang tersebar di lima kabupaten dan dua kota di Sumatera Utara. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Asahan, Batubara, Simalungun, Serdang Bedagai, dan Toba, serta Kota Pematangsiantar dan Kota Tebing Tinggi.
Sebanyak 430 personel disiagakan selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Masa siaga akan diberlakukan mulai 14 Maret hingga 28 Maret 2026 di seluruh unit pelayanan.
Ramses mengingatkan potensi gangguan kelistrikan akibat cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Karena itu, masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan kondisi berbahaya yang dapat mengganggu jaringan listrik.
“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga keandalan listrik, terutama saat kebutuhan meningkat selama Ramadan dan Idul Fitri,” katanya.
Langkah antisipatif ini menjadi bagian dari komitmen PLN menjaga kontinuitas pasokan listrik agar aktivitas ibadah, usaha, dan pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan selama momentum hari besar keagamaan tersebut.
Laporan: Tim GrivMedia | Editor: Redaksi












